«

»

Apr 15

Cara Menetaskan Telur Burung Walet Dengan Alat Penetas Telur

Menetaskan telur walet dengan mesin tetas telur walet memang sudah banyak dilakukan peternak. Mesin tetas ini sudah dijual di toko peralatan budi daya walet, dari yang menggunakan tenaga listrik hingga minyak tanah. Kapasitasnya pun beragam mulai dari 100 butir hingga mencapai 400 butir.

Tujuan Penetasan dengan Mesin Tetas
Sedikitnya ada tiga tujuan peternak melakukan penetasan telur walet dengan menggunakan mesin tetas, yaitu untuk dijual hasil tetasannya berupa anakan walet, mengembangkan populasi, dan mengisi gedung kosong.

Bisnis anakan walet saat ini sudah menjadi trend sendiri. Awal tahun 2001 di sekitar Jawa Tengah, harga anakan walet umur 10 hari dapat mencapai Rp 10.000,00—15.000,00 per ekor. Dengan demikian, bila sekali periode ditetaskan 400 butir telur dan

Proses Penetasan Telur
Proses penetasan telur walet pada prinsipnya sama dengan penetasan telur lain seperti ayam, itik, atau puyuh. Yang harus diperhatikan adalah pengaturan suhu di dalam ruang tetas saat proses tersebut berlangsung sebagai berikut.

  1. Pada hari ke-1—2, suhu ruang tetas diatur 32°—33° C.
  2. Pada hari ke-3—6, suhu dinaikkan menjadi 34° C.
  3. Pada hari ke-7 sampai menetas, suhu dinaiknya hingga 35° C.

Telur walet akan menetas pada sekitar 13—15 hari bila telur yang dimasukkan sudah berembrio. Telur yang masih muda akan menetas pada 18—20 hari.

Pada telur tua, kemungkinan akan menetas lebih dahulu sangat besar sehingga perlu anakan walet yang sudah menetas dipindahkan dalam ruang inkubator. Suhu ruang inkubator sekitar 30°—31° C. Selain dengan inkubator, anakan walet pun dapat dibasukkan dalam kotak papan yang diberi lampu agar ruang kotak terjaga kehangatannya atau suhu tetap sama (30°—31° C).

Selain terhadap telur yang menetas, kontrol terhadap telur yang mati pun harus dilakukan. Telur yang mati berwarna hitam. Telur ini harus dibuang.

Wadah berisi air yang ada di dalam mesin tetas perlu di-kontrol. Bila tidak selalu dikontrol, dikhawatirkan kebutuhan kelembapan ruang penetasan tidak tercapai. Bila air berkurang, perlu ditambah.

 

penetas walet

Pembalikan posisi telur dilakukan dua kali sehari secara hati-hati. Sebagaian orang yang sudah berpengalaman biasanya pembalikan telur ini tidak dilakukan. Hal ini disebabkan telur berada dalam lubang spon sehingga agak sulit dibalik.

Biasanya ada piyik yang sudah menetas, tetapi sulit keluar dari kulit telur. Bila hal ini tidak diketahui, dapat saja piyik mati di dalam kulit telur. Untuk itu, diperlukan bantuan peternak dalam mengeluarkannya.

Penanganan Anak Walet Setelah Menetas
Anak walet setelah menetas harus diperhatikan dengan baik. Bila tidak, anak walet tersebut mungkin tidak akan hidup dan berkembang dengan baik, bahkan dapat mati.

Kegiatan awal setelah telur menetas adalah memasukkan anak walet ke dalam kotak penghangat (inkubator) bersuhu 30°—31° C. Kotak penghangat dapat dibuat secara sederhana, yaitu berupa kotak papan berbentuk kubus. Sebagai penghangat, di dalam ko¬tak diberi lampu listrik 20 watt agar tercapai suhu yang diinginkan. Namun, agar suhunya merata, dapat dipasang dua lampu masing-masing 10 watt atau empat lampu masing-masing 5 watt.

Anak walet yang baru menetas belum memerlukan penyuapan makanan. Secara alami, anak walet ini masih mempunyai cadangan makanan dalam tubuhnya hingga 6—12 jam setelah menetas. Anak walet ini membutuhkan makanan empat kali sehari, yaitu pagi pukul 07.00—08.00, siang pukul 11.00—12.00, sore pukul 16.00— 17.00, dan malam pukul 19.00—22.00. Jenis makanan yang diberikan berupa kroto.

Kroto yang diberikan harus segar dan bersih dari semut. Bahkan ada sebagian peternak memberikan kroto yang sudah dikukus. Pengukusan kroto ini dilakukan selama lima menit agar steril atau bebas penyakit. Kroto yang diberikan dipilih yang sudah berbentuk semut berwarna putih kekuning-kuningan. Kroto yang masih berbentuk telur dapat berakibat anak walet mencret. Se-mentara kroto yang terlalu tua (sudah berbentuk semut berwarna cokelat muda) dapat menyebabkan anak walet sulit berak.

Kroto yang diberikan diusahakan jangan yang basi. Sebaiknya hindari memberikan kroto yang dibeli dari kios karena kemungkinan kroto sudah basi sangat besar. Akan lebih baik kalau kroto lang-sung diperoleh dari sarang semut rang-rang. Kroto yang sudah basi dapat menyebabkan kematian anak walet pada hari ke-21.

Menyuapi kroto dapat dengan pinset stainless steel. Kroto dijepit dengan pinset dan dimasukkan ke dalam paruh anak walet. Di pasaran ada banyak jenis pinset. Namun, sebaiknya dipilih yang ujungnya kecil agar dapat masuk ke paruh anak walet.

Pada hari ke-10, tubuh anak walet mulai ditumbuhi bulu-bulu lembut. Mulai hari ke-10 ini suhu di dalam kotak penghangat dapat diturunkan sesuai habitat walet, yaitu berkisar 28°— 29° C. Pada hari ke-20, bulu sayap dan bulu ekor mulai muncul. Pada hari ke-30, bulu sudah mulai merata di seluruh bagian tubuh. Pada hari ke-40, bulu sayap dan ekor mulai memanjang sebagai tanda anak walet ini sudah siap terbang pada hari ke-45.

Kebersihan dalam kotak penghangat harus terus dijaga. Kotoran anak walet atau sisa-sisa kroto yang lepas dari mulut anak walet perlu dibersihkan. Kebersihan ini sangat penting agar kesehatan anak walet tetap terjaga. Selain itu, sisa kroto dapat mengundang semut. Semut ini pun terkadang menggigit bagian tubuh anak walet seperti mata yang dapat berakibat kebutaan.

Setelah proses penetasan burung walet sudah selesai, maka langkah selanjutnya perlu adanya evaluasi pada telur yang ditetaskan agar kedepannya kita bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dari sebelumnya. Dan untuk mengevaluasi telur-telur yang telah menetas, silahkan kunjungi halaman berikut “Proses Evaluasi Keberhasilan dan Kegagalan Saat Menetaskan Telur

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial