«

»

Mar 16

Kematian mendadak karena penyakit jantung

la Lebih dari setengah dari semua yang mati mendadak (hamper dua pertiga dari semua kasus kematian mendadak pada wanita) terjadi pada individu yang sebelumnya tidak didiagnosa dengan penyakit arteri koroner. Ini merupakan realitas yang menyedihkan bagi banyak orang bahwa serangan jantung mereka yang pertama adalah satu-satunya serangan jantungnya. Meskipun jika seseorang bertahan dari serangan jantung, lebih dari dua pertigaan mendapat pemulihan sepenuhnya, sehingga menyebabkan mereka mengalami semacam bentuk kelumpuhan dan penurunan kualitas hidup secara permanen.

Setelah serangan, jantung menjadilebih lemah karena hilangnya jaringan otot. Kelemahan ini bisa menyolok, terutama jika serangan jantungnya besar. Pada kasus semacam itu, jantung bahkan mungkin tidak mampu melakukan fungsi memompa yang rutin sebagaimana mestinya. Ini adalah contoh dari apa yang disebut iskemik kardiomyopati yang disebut dalam Gambar 3. Istilah itu merujuk pada penyakit otot jantung (“cardio-myo”) atau patologi (“pathy”)yang disebabkan kurangnya suplai darah (“iskemia”). Ketika jantung dengan penyakit seperti itu tidak mampu mempertahankan fungsi tubuh berlangsung, dokter menggunakan istilah “Gagai jantung kongestif.” Dalam situasi ini, individu yang terkena bisa mengalami napas pendek dengan mudah, mengalami bengkak pada kaki atau sendi, atau biasanya kelelahan.

Untuk mencegah langkah progresif ini menuju serangan jantung yang fatal atau melumpuhkan,tidaklah bijak menunda evaluasi jantung sampai gejala timbul. Berbagai tes tersedia untuk mendiagnosa penyakit jantung sebelum peristiwa fatal, seperti elektrokardiogram (EKG) dengan atau tanpa uji stres (treadmill). EKG saat istirahat bisa menyatakan bukti adanya serangan jantung sebelumnya, namun itu merupakan perangkat buruk mendeteksi adanya sumbatan yang belum mengakibatkan hilangnya otot jantung. Satu pengecualian nyata adalah adanya rasa sakit dada.

Dalam situasi ini, jika masalahjantung menyebabkan rasa tidak nyaman, EKG, ketika dilakukan sementara rasa sakit sedangtimbul, akan sering mengidentifikasikan potensial sumbatan koroner. Pada seseorang tanpa gejaia, tes stres EKGjauh lebih terdepan dalam mendeteksi penyempitan arteri koroner daripada EKG biasa. Bahkan penyum 50 persen dari satu arteri kadang-kadang ditunjukkan pada tes stres yang tepat. Namun sayangnya, tes stres-pun bisa melewatkan sejumlah penting individu yang berpenyakit. Baca informasi lengkap seputar obat herbal untuk penyakit diabetes yang efektif dan berkhasiat nyata hanya di sini.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial