«

»

Mar 26

Evaluasi Keberhasilan dan Kegagalan Saat Menetaskan Telur

Evaluasi Keberhasilan dan Kegagalan Saat Menetaskan Telur  – Evaluasi Keberhasilan dan Kegagalan Saat Penetasan TelurTelur adalah suatu bentuk tempat penimbunan zat gizi seperti air, protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral yang diperlukan untuk pertumbuhan embrio sampai menetas. Selain itu, telur dengan kerabangnya juga berfungsi sebagai pelindung embrio.

Evaluasi Keberhasilan dan Kegagalan Saat Penetasan Telur

Agar dapat dierami hingga menetas menjadi anak ayam, telur harus fertil atau lazim disebut telur tetas. Telur tetas merupakan telur yang sudah dibuahi oleh sel jantan. Bila udah dibuahi oleh sel jantan, telur tersebut disebut telur infertil atau lazim disebut telur konsumsi. Artinya, telur tersebut tidak dapat ditetaskan, melainkan hanya untuk dimakan saja.

Perkembangan embrio di dalam telur dapat terjadi karena dierami oleh induk atau dengan bantuan mesin tetas. Setiap tahap perkembangan embrio ditandai dengan ciri-ciri yang khas. Pada tahap akhir perkembangan, ciri-ciri ini mudah dilihat tanpa bantuan alat. Namun, pada tahap awal perkembangan embrio yang jelas hanya dapat dilihat dengan bantuan alat khusus seperti mikroskop atau kaca pembesar.

Seseorang yang melakukan kegiatan penetasan perlu mengenali ciri-ciri tersebut. Berdasarkan ciri-ciri ini dapat diketahui umur embrio yang sedang- dihadapinya, dalam keadaan mati atau hidup.

Ciri-ciri yang sesuai dengan umur perkembangan embrio dapat dijadikan bahan evaluasi keberhasilan atau kegagalan penetasan. Kemampuan membuat evaluasi sangat bermanfaat dalam melakukan perbaikan-perbaikan se-hingga lebih banyak embrio yang berhasil menjadi anak ayam.

Adapun beberapa hal yang dapat dievaluasi adalah sebagai berikut :

1) Apakah perkembangan embrio yang dihadapinya mengalami ke-lambatan dari seharusnya?
2) Apakah perkembangan embrio yang dihadapinya sudah sesuai dengan umurnya?
3) Apakah perkembangan embrio yang dihadapinya lebih cepat dari umurnya?
4) Pada saat embrio berumur berapakah terjadi banyak kematian?
5) Apakah penampilan embrionya normal atau tidak?

Kemampuan untuk melakukan evaluasi seperti di atas juga perlu didukung dengan penguasaan pengetahuan tentang penampilan perkem¬bangan embrio yang normal. Berdasarkan penguasaan pengetahuan tersebut, bila seseorang dihadapkan pada penampilan embrio segera dapat diketahui apakah embrio tersebut tumbuh normal atau menyimpang dari normal, hidup atau mati. Selain itu, juga dapat di ketahui umur dari embrio tersebut.

Banyak faktor yang menyebabkan telur tidak dapat menetas? Telur yang gagal menetas berarti terjadi kegagalan dalam perkembang¬an embrio. Kegagalan dalam perkembangan embrio berarti terjadi kega¬galan dalam penetasan. Kegagalan penetasan dapat disebabkan oleh banyak faktor.

Namun, faktor-faktor utamanya dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu kondisi induk, kondisi telur tetas, kondisi mesin tetas, serta pengelolaan penetasan. Oleh sebab itu, agar berhasil baik dalam penetasan telur maka keempat faktor ini pun perlu dikuasai.

Jika Anda menggunakan alat bantu berupa mesin penetas telur otomatis untuk menetaskan telur-telur, maka tata cara untuk mengoperasikannnya agar telur berhasil menetas dengan sempurna, Anda bisa mengunjungi website berikut “http://www.tetasan.com/mesin-tetas-telur-otomatis/“. Pada website tersebut akan dejelaskan dengan detail mengenai tata cara pengoperasian mesin penetas telur otomatis denga benar.

Recent search terms:

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial