«

»

Feb 21

Penelitian telah menunjukkan bahwa dukungan emosional memberikan jalan menahan stres

Entah kita mengetahuinya atau tidak, itulahfaktor yang diinginkan kita semua. Akan tetapi,hal itu terutama penting bagi mereka denganpenyakit jantung. Orang lanjut usia yangtelah menderita serangan jantung dan mempunyai satu atau dua sumber dukungan emosionaldua kali kemungkinan hidup sedikitnya setahun setelah serangan jantung daripada mereka yangtidak mendapat dukungan. Pengarang penelitian menyimpulkan, “Dengan penelitian ini kitamempunyai pemikiran yang jauh lebih spesifik bahwa aspek dukungan emosional bisa jadi merupakandimensi penting sehubungan dengan pertahanan setelah waktu serangan yang mengancamjiwa.”

Sanak saudara dan sahabat-sahabatmemberikan sumber yang unik dari dukungan emosional; namun demikian, faktor spiritualjuga memainkan peran penting. Meskipun Anda mungkin hidup sendirian, Anda bisa merasakandukungan spiritual yang datangnya dari mengenalAllah secara pribadi. Pentingnya dukungan emosional juga mengingatkanakan kewajiban kita pada sahabat-sahabat dan tetangga. Jika seseorang yang dekat kepada kita kena serangan jantung, dukunga nemosional kita akan menjadi bantuan yang sangat baik dalam mencegah serangan jantung yang kedua. Ini bukanlah sesuatu hal yang bisa dianggap ringan. Serangan jantung yang kedua seringkali lebih mematikan daripada yang pertama.

Perlukah Obat-obatan Digunakan untuk Mengendalikan Stres?

Banyak individu mencoba mengendalikan stres mereka dengan menggunakan obat-obatan. Ini tidak optimal. Obat-obatan psikiatrik sesungguhnya bisa meningkatkan risrko serangan jantung. Sebuah penelitian dilakukan pada wanita yang sedang menggunakan obat-obat penenang (seperti Valium, Ativan, Librium, dan Xanax) dan fatau antidepresi (seperti Elavil, Tofranil,dan Pamelor). Penelitian menemukan bahwa obat-obatan itu bisa sangat menaikkan risiko serangan jantung. ‘Wanita yang menggunakan obat-obatan itu mempunyai hampir 17 kali iipat risiko serangan jantung, dan mereka yang kadang-kadang dalam kehidupannya menggunakan obat-obatan ini berada pada tiga kali lipatrisiko.

Semua peningkatan risiko mungkin tidak hanya semata-mata karena penggunaan obat. Beberapa mungkin saia karena stres yang menyertai masalah mereka. Meskipun demikian,di luar masalah stres pun, obat-obatan itu sendiri mempunyai risiko penyakit jantung yang berarti. Pesan penting dari sederetan riset ini adalah bahwa gaya hidup mencegah penyakit jantung termasuk penekanan pada penyelesaian stres idealnya tanpa obat-obatan. Cara untuk mencapai kendali stres optimal dipaparkan dalam Bab 14, “Stres Tanpa Distres.”

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial