«

»

Feb 07

Merokok akan membuat perbedaan pada siapa yang mengembangkan kanker lain?

Orang yang berhenti hanya mempunyai  1/3 risiko mengalami kanker paru-paru hedua (kanker paru-paru baru yang bukan dari tipe sel kecil) dibandingkan dengan mereka yang terus merokok. Hasil dari penelitian seperti ini menunjukkan bahwa berhenti merokok bisa membantu mencegah kanker ltedua. Fakta ini membawa tiga pesan pokok tentang kanker dan merokok pada titik terang.

Kanker Kandung Kemih

Riset baru-baru ini mengindikasikan baik rokok maupun kopi meningkatkan risiko kanker kandung kemih, organ yang menampung urine sebelum dibuang. “Kanker kandung kemih” mungkin bukan kata yang akrab didengar, tetapi itu berada di antara Jima kanker utama yang membunuh orang Amerika yang lebih tua.80 Perokok berat menggandakan risiko mereka tiga kali lipat terhadap kanker berbahaya ini.

Sementara itu peminum kopi.berat-yakni mereka yang menggunakan dua cangkir lebih tiap hari-menggandakan risiko kanker kandung kemih dua kali lipat. Karena karsinogen kandung kemih yang berkaitan dengan rokok ditampung dalam kandung kemih, diharapkan perokok yang minum lebih banyak air dan buang air kecil lebih sering mungkin bisa mengurangi risiko kanker ini sedemikian rupa. Akan tetapi, pencegahan terbaik adalah dengan meninggalkan rokok dan kopi sama sekali.

 

Merokok Meningkatkan Risiko Kanker Kolon

Kanker kolon (kanker yang mengenai usus besar) adalah salah satu keganasan terbaru yang ditambahkan pada daftar kanker yang berkaitan dengan tembakau. Meskipun kanker prostat membunuh lebih banyak pria dan kanker payudara membunuh lebih banyak wanita, kanker kolon merupakan kanker pembunuh utama kedua di mana pria dan wanita dipadukan. Kita telah mengetahui selama bertahun-tahun bahwa diet buruk bisa menyebabkan kanker kolon; ini didokumentasikan dalam bab tentang kanker (Bab 2).

Namun demikian, sedikit yang pernah membayangkan bahwa kanker kolon berhubungan dengan merokok. Sekarang, para periset Harvard telah menegaskan hubungan ini baik pada pria maupun wanita, seperti dinyatakan dalam Gambar 15.82′ 83 Mengapa efek merokok pada risiko kanker kolon tidak diketahui lebih awal? para penulis berspekuiasi bahwa karena sifat tersembunyi dari bahan kimia dalam tembakau, risiko kanker kolon meningkat berpuluh tahun setelah terpapar. Untulc mudahnya, riset memang menunjukkan bahwa bahan kimia daiam asap rokok mempunyai efek karsinogenik pada lapisan kolon. Baca juga info detil mengenai penyakit ula darah dan obat diabetes melitus tipe 1 paling ampuh hanya di sini.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial