«

»

Feb 22

Kolesterol: HDL dan LDL

Kendala lain dari menafsirkan tujuan orisinil panel terhadap kesehatan publik ke dalam rekomendasi individu adalah kenyataan bahwa pedoman itu tidak menyebutkan semua sub-tipe penting dari kolesterol. (Persoalan ini untungnya diralat pada laporan kedua yang dikeluarkan oleh National Cholesterol Education Program Expert Panel). Mari kita simak sub tipe ini. Kolesterol tidak pernah berjalan sendirian di dalam arteri dan vena kita. Ia selalu bepergian dengan kendaraan atau alat angkut yang berbeda-beda. Masing-masing tipe alat angkur mempunyai berat atau kepadatan yang berbeda. Dengan fakta ini, kita bisa menempatkan kolesterol darah dalam satu perangkat yang disebut ultracentrifuge dan membaginya menjadi pecahan menurut kepadatan alat angkutnya.

Pembawa yang paling berat disebut HDL atau high density lipoprotein (lipoprotein dengan kepadatan tinggi). Alat angkut yang lebih ringan dinamai low density lipoprotein (LDL), sementara alat angkut yang lebih ringan lagi disebut very low density lipoprotein [LDL). Sekarang ini kita bisa menggunakan pecahan kolesterol ini sebagai indikator yang lebih baik pada risiko penyakit jantung daripada total kadar kolesterol saja.

Contohnya, HDL sebenarnya melindungi kita dari penyakit jantung. Alasannya adalah bahwa HDL sesungguhnya mengangkat kolesterol dari arteri. Alat angkut HDL kemudian membawa kolesterol ke hati, drmana tubuh membuang bahan berlemak melalui empedu. Kegunaan kadar kolesterol HDL yangtinggi pada pria maupun wanita diilustrasikan dalam Gambar 10.

Bagian atas gambar menunjukkan korban serangan jantung pria, dan bagian bawah menunjukkan serangan jantung pada wanita. Perhatikan bahwa dalam penelitian ini tak ada satupun yang mendapat serangan jantung pada pria dengan HDL lebih dart 7 5mgld\, tetapi ketikaHDL kurang dari 25 mgldl, risiko serangan jantung sangat tinggi. Wanita dengan kolesterol HDL lebih besar dari 75 mg/dljuga mempunyai risiko rendah penyakti jantung.

Mereka dengan HDL kurang dari 35 mgldl mengalami kenaikan dramatis risiko penyakit jantung koroner. Di lain pihak, LDL (low density lipoprotein lipoprotein dengan kepadatan rendah), juga disebut “kolesterol jahat” yang berkaitan denganpeningkatan risiko penyakit jantung. Barangkali tipe kolesterol tertentu dalam LDL yang menjadi pemeran penjahat, yang dinamai, kolesterol teroksidasi. Informasi lebih detilnya tentang  cara pengobatan diabetes melitus tipe 2 yang paling efektif hanya di sini.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial