«

»

Feb 15

Kerusakan saraf sebagai komplikasi serius akibat diabetea (Diabetic Nephropathy)

Neuropati yang terjadi sebagai akibat dari penyakit Diabetes Mellitus adalah dua, yakni Glomerulosklerosis dan Tubular Nephrosis. Selain daripada kedua nefropati ini terdapat pula kelainankelainan pada ginjal yang tidak spesifik untuk Diab. Mellitus akan tetapi sering timbul bersamaan dengannya:

1). Arteriosklerosis,

2). Arteriolosklerosis,

3). Necrotizing Papillitis,

4). Pyelonephritis,

5). Acute Tubular Nephrosis,

6). Toxaemia Gravidarum.

  1. Glomerulosklerosis

Kelainan ini biasanya disebut Glomerulosklerosis intercapillar, akan tetapi lebih baik jika nama intercapillair diganti dengan diabetica saja ( Glomerulosklerosis Diabetika ) oleh karena selain dari pada kelainan-kelainan intercapillair, juga ditemukan kelainan-kelainan intracapillair dan intra-arteriolair (mikroangiopati).

Glomerulosklerosis Diabetika dapat dibagi dalam tiga jenis :

  1. NODULER – nodules di periferi dari kapiler-kapiler glomruli sebesar 20 – 100 micron.
  2. DIFUS – menebalnya dinding kapiler-kapiler dari dalam dan dari luar.
  3. EKSUDATIF – hanya timbul kalau jenis noduler atau difus sudah ada.

Klinis kita membuat diagnosa glomerusklerosis diabetika jika pada seorang diabet di dalam urinenya ditemukan protein, sel-sel darah putih dan dan silinder-silinder. Kemudian kelainan-kelainan urine bertambah dan jika proses dalam ginjal makin maju maka timbullah hipo-albuminemi, retensi nitrogen dan hipertertensi. Jika kelainan-kelainan ini semuanya ada, maka biasanya terdapat glomerusklerosis yang difus. Pada umumnya jenis noduler tidak cukup difus timbulnya untuk menyebabkan proteinuri dan retensi dari nitrogen. Semakin bertambah insuffisiensi dari ginjal makin berkurang glukosuri. Hal ini disebabkan oleh :

-berkurangnya filtrasi glomeurler

-insuffisiensi glomeruler relatif lebih besar dari pada insuffisiensi tubuler sehingga relatif lebih banyak glukosa direabsorbsi kembali.

-degradasi insulin oleh ginjal berkurang, sehinnga insulin bekerja lebih efektif.

Oleh karena kelainan-kelainan urine dan perubahan fungsi ginjal tidak patogmonik untuk glomerusklerosis diabetika, maka haruslah kita :

  1. mencari manifestasi-manifestasi lain dari mikroangiopati ump. Retinopati, Neuropati dan gangguan-gangguan dari sistim vaskuler perifer.
  2. berikhtiar mengecualikan nefropati-nefropati lain.

Yang dimaksud dengan sindroma dari Kimmelstiel-Wilson adalah gejala-gejala hipertensi, albuminuri dan glomerulosklerosis interkapiller yang terdapat pada seorang penderita Diab. Mellitus. Ini adalah berarbi bahwa sebetulnya diagnosa sindroma Kimmelstiel- Wilson hanya bisa dibuat postmortem atau setelatr diiakukan biopsi ginjal.

B Tubular Nephrosis

Sel-sel epithelial dari tubuli, terutama bagian proksimal, menunjukkan adanya vacuole-vacuole yang berisi glikogen. Klik disini untuk mengetahui cara mengatasi penyakit diabetes terefektif yang sangat direkomendasikan ahli kesehatan dunia ini.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial