Subsistim Distribusi dan Konsumsi

Kelancaran distribusi sangat tergantung pada kondisi sarana transpor dan perdagangan. Kita bedakan distribusi makro dari distribusi mikro bahan makanan tersebut. Distribusi makro menyangkut perdagangan pangan di pasaran dan antar daerah maupun antar negara, sedangkan distribusi mikro berhubungan dengan distribusi bahan makanan tersebut di antara para anggota dalam suatu keluarga. Distribusi makro bahan pangan sangat erat kaitannya dengan penyediaan serta perdagangan pangan bagi suatu masyarakat. Mungkin suatu jenis bahan pangan diproduksi secara melimpah di suatu daerah, tetapi karena sarana transpor dan dengan demikian distribusinya ke daerah konsumen lain tidak lancar, maka bahan makanan tersebut sukar didapat di daerah konsumen.

Ketidak-merataan distribusi juga dapat terjadi pada tingkat antar keluarga di daerah produksi maupun daerah konsumsi, karena tidak terjangkau oleh daya beli sebagian masyarakatnya. pada kondisi suplai pangan terbatas di pasaran, masyarakat yang mampu sering membeli dan menimbun bahan pangan tersebut secara berlebih, dan ini berarti mereka akan mengambil sebagian dari jatah yang seharusnya diperuntukkan bagian masyarakat lainnya yang kurang mampu.

 

Akibatnya ialah tidak meratanya distribusi bahan makanan tersebut. Keadaan initerjadi di lndonesia pada tahun delapan puluhan. Menurut catatan produksi Kementerian pertanian, produksi bahan makanan pokok beras sudah melebihi target nasional sebesar 125 kg/ capita per tahun, tetapi tingkat konsumsi berbagai kelompok masyarakat masih banyak yang di bawah tingkat tersebut, sedangkan kelompok lain sudah jauh di atas target nasional. Data konsumsi terletak antara 80 dan 137 kg/capita per tahun.

Yang kita bicarakan sejauh iniadalah distribusi bahan makanan secarra makro. Distribusi secara mikro berkenaan dengan distribusi pangan yang dikonsurysioleh perorangan, anggota suatu keluarga. Disini pun sering distribusi pangan tersebut tidak merata. Yang dimaksud merata di sini bukanlah bahwa setiap anggota keluarga tersebut mendapat jatah bagian makanan yang sama banyak, tetapi bahwa setiap anggota keluarga itu mendapat jumlah makanan yang sesuai dengan tingkat kebutuhannya, menurut umur dan keadaan fisik serta jenis kelaminnya. Ayah biasanya dianggap yang paling berkuasa dan yang paling penting didalam keluarga, sehingga kepadanya diberikan hak-hak khusus dalam banyak hal, termasuk hak khusus untuk mendapat bagian makanan yang paling baik dan paling banyak. Informasi lengkap seputar diabetes dan obat herbal diabetes yang efektif dapat dilihat di sini.

Leave a Comment