«

»

Jan 14

Sel-sel pembentuk antibodi pada limpa penerima dipelajari in aitro dengan teknik plak (plaque)

Menurut Jerne (hal. 85) dan ternyata hanya dapat dihambat dengan serum-anti terhadap antigen yang dicangkokkan dari jenis mencit yang memberikan sumsum tulang bukan memberikan sel timus (Gambar 3.10). Pada tingkat molekular kerja sama anrara sel-T dan sel-B ini lebih diperjelas oleh percobaan-percobaan Mitchison dan Rajewsky, yang membuktikan bahwa se)-B yang pernah berkontak hanya akan memberikan respons antibodi kedua terhadap suatu hapte! yang terikat pada protein pembawa bila ada pula sel-sel-T yang pernah berkontak dengan sel-sel pembawa hapten (“sel pembantu”) (Gambar 3.11).

3-1Dengan kata lain, bila sel-T mengenal dan memberi reaksi terhadap obat diabetes tradisional ampuh penentu pembawa, maka sel-sel-T itu akan membantu lipfosit-B, yang khusus terhadap hapten, untuk berkembang menjadi sel-sel pembehtuk antibodi (Gambar 3.12a). Mekanisme-mekanisme yang telah dikemukakan untuk menerangkan kerja sama antara lain ialah: (i) adanya hapten dalam bentuk multivalen sehingga dapat mengadakan hubungan silang dengah reseptor-reseptor sel-B (terutama bila mengenai molekul yang mengandung hapten pengganti tunggal, yang secara efektif adalahmonovalen); (ii) suatu tanda kedua yang ddak tergantung padaantigen dan dapat diatur melalui suatu hasil sel-T yang dapat iarutseperti misalnya faktor mitogenik (hal. 200) .tr.r’ol.h ,.rrt,kompleks melalui resepror-reseptor Fc dan C3; dan (iii) suatupeningkatan kadar dengan bantuan pengerahan makrofaga melaluiikagan reseptor sitofilik untuk antigen rerrentu yang dikeluarkan olehlimfosit-T. Beberapa contoh kemungkinan disajikan pada Gambar3.12 dan mungkin ada beberapa mekanisme yang terlibat dalamrespons im:un in aiao, besar kecilnya peranan tiap mekanismetergantung pada keadaan.

Beberapa contoh kemungkinan kerja sama T – B.

(a) Kekhususan-kekhususan pembawa/hapten.

(b) Contoh I – Makrofaga dengan penyajian antigen yang terikat faktor-faktordapat larut yang berpembawa-khas. Faktor-faktor ini dilepaskan oleh sel-T danbersifat sitofilik untuk makrofaga dan mungkin dapat pula menimbulkan.isyarataktivasi kedua (*) (Feldmann). Ikatan C3 oleh kompleks pada makrofaga dapatmempertinggi rangsangan (Pepys).

(c) Contoh II – Konsentrasi dan penyajian antigen oleh sel-sel-T. Antigen diikatdengan reseptor-reseptor sel-T khusus ditambah dengan ikatan antibodi khusus padareseptor Fc permuk3an (dengan anggapan bahwa reseptor-reseptor sel-T memilikikepadatan dan/atau afinitas terlalu rendah untuk dapat mengikat sendiri antigen secaraefektif (Playfair menurui Mitchison dan Taylor).

(d) Contoh III – Antigen terikat pada sel-B dan isyarat kedua dilakukan oleh sel-Tkhusus yang mengenali pembawa (Kreth dan \ililliamson), oleh sel-T alogenik yangdisuntikkan dan bereaksi dengan penentu-penentu histokompatibiliias permukaanatau oleh salah satu rangsangan tidak khas ,yang sesuai. Endotoksin hanyamemperbanyak sintesa IgM dan tidak dapat menggantikan sel-T secara keseluruhan.

(e) Contoh IV – Sel-sel-T dan – B saling mempengaruhi antigen yang terikat padamakrofaga secara tidak khusus atau khusus (melalui antibodi sitoiilik; (disayangidalam karya Askonas, Roelants, lJnanue dan Katz).

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial