Penelitian di seluruh dunia menunjukkan bahwa anak-anak dalam keluarga miskin mempunyai kemungkinan menderita nutrisi rendah

Semua penelitian nutrisi ini semakin banyak menjelaskan mengapa jumlah anak yang dilahirkan orang seorang wanita mempengaruhi kemungkinan anak-anaknya yang masih kecil demikian pula bayi-bayinya untuk bisa bertahan hidup. Tidaklah mengherankan bahwa menu dari tiap anggota keluarga besar yang miskin cenderung untuk menjadi lebih miskin dibanding dengan para anggota dari keluarga yang lebih kecil jika pendapatan kedua-duanya sama. Anak-anak yang lahir belakanganlah yang biasanya paling terpukul, antara lain ada kalanya karena pembedaan (terutama yang merugikan kaum wanita) dalam penjahatan makanan dalam keluarga, tapi juga karena mereka hams hidup di tengah-tengah jatah makanan yang makin sedikit selama tahun-tahun di mana mereka amat peka terhadap kekurangan gizi.

Teknik Analisis Data Penelitian EksperimenDi Kongo misalnya, para anggota dari tiap keluarga yang hanya beranggotakan empat orang atau kurang rata.rata mengkonsumsi tigaribu kalori tiap hari: mereka yang berada dalam keluarga yang anggotanya lebih besar dari sembilan orang rata-rata hanya mengkonsumsi duaribu kalori per hari. Para dokter di Hyderabad, India, Akhir-akhir ini menemukan bahwa 61 persen dari semua anak-anak yang kekurangan nutrisinya parah adalah anak keempat dan seterusnya. Para dokter itu memperhitungkan bahwa tanpa adanya kenaikan dalam pendapatan, kecukupan pangan, atau perawatan kedokteran, “pembatasan anggota keluarga hingga tiga orang akan mengurangi banyaknya bentuk malnutrisi protein-kalori setidak-tidaknya 60 persen.

” Pengaruh-pengaruh buruk dari berbagai kelahiran baik di kalangan kaum ibu maupun anak-anak semakin menyolok jika jarak antara tiap kelahiran terlalu singkat. Suatu penelitian di Punjab, India, menunjukkan bahwa bayi-bayi yang lahir kurang dari dua tahun setelah kakaknya menghadapi kemungkinan untuk meninggal 50 persen dalam umur satu tahun dibanding dengan bayi-bayi yang lahir dua atau empat tahun setelah kakaknya. Selama tahun 1960–an di Gauyaquil, Equador, limapuluh delapan per seribu bayi yang lahir antara satu hingga dua tahun setelah kakaknya meninggal dalam tahun pertama kelahirannya. Tingkat kematian di kalangan bayi yang Iahir tiga empat tahun setelah kakaknya adalah tigapuluh tujuh perseribu.

Leave a Comment