«

»

Jan 13

Hipersensitivitas karena Pembentukan Kompleks

Penggabungan bentuk larutan anrigen dengan antibodi dalam tubuh dapat mengakibatkan reaksi peradangan akut (bandingkan dengan Gambar 5.3). Jika komplemen diikat, anafilatoksin akan dilepaskan sebagai hasil pemecahan C3 dan C5 dan ini akan menyebabkan pelepasan histamin serta perubahan permeabilitas pembuluh darah. Faktor-faktor kemotaktik. juga dihasilkan, ini akan menyebabkan pemazukan lekosit-lekosit PMN yang mulai memfagositosis kompleks-kompleks imun; deretan reaksi di atas juga mengakibatkan pelepasan zat- zat ekstraselular yang berasal dari granula-granula polimorf yakni berupa enzim-enzim proteolitik (termasuk kolagena dan protein-protein netral), enzim-enzim pembentukan kinin protein-protein polikationik yang meningkatkan permeabilitas obat herbal untuk diabetes yang bagus pembuluh darah melalui mekanisme mastolitik atau histamin bebas.

fix hiper

Ini akan merusak jaringan setempat dan memperkuat reaksi pbradangan. Kerusakan lebih lanjut mungkin disebabian oreh reaksi lisis (Bab 5, hal. 163), pada mana C567 yang telah diaktifkan menyerang sel-sel di sekitarnya dan mengikat c89. Dalam keadaan tertentu, trombosit mungkin menggumpal dengan dua konsekuensi: menjadi sumber yang menyediakan zat-zat amina vasoaktif dan mungkin juga membentuk mikrotrombi yang dapat mengakibatkan iskemia setempat. (Para pembaca akan meraiakan bahwa di dalam tubuh seharusnya ada sistem penghambat-penghambar yang kompleks).

Hasil pembentukan kompleks-kompleks imun in aiaotidak hanya tergantung daii jumlah- absolut antigen dan antibodi yang menentukan kekuatan reaksi, tetapi juga proporsi relatif antigen dan antibodi.tersebu.t mengatur sifat alamiah kompleks-kompleks yang terbentuk (bandingkan dengan kurva presipitin hal. 6) dan juga penyebarannya di dalam tubuh. pada kelebiban antibodi relatif, kompleks-kompleks yang terbentuk akan cepar rerpresipitasi dan condong untuk terlokalisasi pada tempat yang terkena antigen, sedangkan pada kelebiban antigen, larutan kompLes yang terbentuk menyebabkan reaksi sistemik dan banyak terlumpul plada ginjal, sendi dan kulit.

KELEBIHAN ANTIBODI (REAKSI TIPE-ARTHUS)

Maurice Arthus menemukan bahwa penyuntikan larutan antigen secara intradermal pada kelinci yang telah dibuat hiperimun den[an antibodi konsentrasi tinggi akan menghasilkan reaksi eritema dan udema (bandingkan dengan Gambar 5.146) mencapai puncak setelah 3-8 jam dan kemudian menghilang. Lesi bercirikan adanya peningkatan infiltrasi lekosit-lekosit PMN (Gambar 6.15a).

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial