Anti rhesus D diperoleh dari sera yang sesuai

Dari penderita dengan artritis rematoid, yang mengandung obat-obatan herbal diabetes anti-IgG (faktor-faktor rematoid). Kini telah, ditemukan 25 pertanda genetik (kelompok-kelompok Gm) pada rantai panjang-y dan selanjutnya 3 pertanda (yaitu Km – dulunya kelompok Inv) pada daerah konstan kappa.

rhesusPertanda alotipik telah ditemukan pula pada imunoglobulin kelinci dan mencit dengan menggunakan reagen yang dibuaidengan menyuntikkan seekor binatang dengan suatu kompleks imun yang diperoleh dengan anribodi dari binatang lain tetapi masih tergolong, satu spesies. Seperti pada lainJain sistem alelik, seseorang mungkin homopigot atau hererozigot untuk gen-gen yang mengandung pertanda-pertanda itu. Misalnya alotipe b4, b5 pada rantai pendek kelinci; seekor binatang dari genotipe baba akan memperlihatkan alotipe b4 sedangkan seekor kelinci dari genotipe babs akan memperlihatkan pertanda b4 pada satu fraksi dan pertanda b5 pada fraksi lainnya dari molekul imunoglobulin.

Idiotipe

Telah kita lihat bahwa ada kemungkinan untuk memperoleh antibodi yang memiliki varian isotipik dan alotipik; mungkin pula untuk membuat antisera yang khusus untuk tiap molekul antibodi dan membedakan antara satu antibodi monoklon dari yang lain atau satu protein mieloma dari yang lain, tidak rerganrung pada struktur isotipik atau alotipik. Penentu-penentu individual arau idiotipik ini terdapat pada bagian antibodi yang variabel, hampir pasti pada tempat penggabung dan sangat mungkin bahwa tiap daerah yang sangat variabel dapat berfungsi sebagai suatu idiotipe. Dengan demikian dalam banyak kasus, suatu serum antiidiotipe terhadap suatu antibodi antihapten dapat menghalangi pengikatan hapten.

Sera antiidiotipe yang tidak menghalangi pengikaran suatu hapten mungkin ditujukan terhadap daerah yang sangar variabel yang ridak berhubungan dengan pengikatan hapten rersebut (kira mengetahui bahwa hapten-hapten kecil tidak mengisi seluruh potensi rempat penggabung molekul antibodi). Adanya antiidiotipe menyokong pula ide bahwa tiap antibodi memiliki stfuktur yang khas. Antisera ini dapat menjadi reagen yang berguna, misalnya untuk memperlihatkan adanya d4erah V yang sama pada pelbagai rantai panjang yang berlainan (bandingkan hal. 128), untuk identifikasi kompleks imun khusus dalam serum penderita, untuk mencari amiloid tipe V1 pada orang-orang yang mengeluarkan prorein Bence-Jones, untuk menemukan protein rnonoklon tersisa setelah pengobatan dan mungkin unruk memilih limfosit dengan resepror-resepror permukaan tertentu.

Leave a Comment