«

»

Dec 11

Sabuk pengaman, Alkohol dan keamanan lalu-lintas

Sebuah artikel medik dr. Lingsen dari Swedia, tentang luka-luka yang terjadi pada 382 kecelakaan mobil, jelas memperlihatkan betapa besar faedahnya sabuk pengaman itu. Jumlah 382 kecelakaan tersebut yang menggunakan sabuk pengaman merupakan bagian dari rentetan sebanyak 2000. Kecelakaan yang diselidiki. Hasil terpenting penelitian ini adalah bahwa pada 382 kejadianitu: dalam 53% diperoleh perlindungan yang baik, yang berarti bahwa cetJeraberat dapat dihindarkan.

Dalam 15% diperoleh perlindungan sebagian, jadi masih terjadi luka-luka. Dalam 27% kecelakaan tanpa sabuk pengamanpun dapat pula tidak cedera. Hanya dalam 7% saja kegunaan sabuk pengamanini tidak begitu jelas. Diharapkan bahwa pemakaian sabuk secara merata, akan berakibat menurunnya jumlah pengemudi mobil yang meninggal dengan hampir 50%.

Setelah pengaruh alkohol terhadap keamanan lalulintasbanyak diselidiki, ternyata bahwa alkohol dalam jumlah berapa pun berpengaruhburuk terhadap keterampilan mengemudi. Jadi karena lalulintas masakini menuntut perhatian sepenuhnya, minumalkohol itu bertentangan dengan persyaratankeamanan.

Penelitian dalam soal ini menunjukkanbahwa andaikan pengemudi mobil yangkadar alkohol dalam darahnya lebih dari0,8 promil (0,8 ml alkohol murni perliter darah) dapat dicegah untuk ikutserta dalam laluJintas, jumlah kecelakaanakan berkurang 6%, jumlah kecelakaan maut bahkan berkurang L2-L5%.Pertolongan pertarn a.

Peraturan-peraturan umum pertolongan pertama pada kecelakaan berlaku untuk semua jenis kecelakaan (lihat PPPK). Tetapi untuk kecelakaan lalu lintas adasatu tambahan yaitu pola prioritas yangmenunjukkan apa yang harus dilakukan terlebih dahulu dan bagaimana tindakanselanjutnya.Pola hidup dan pemilihan obat diabetes melitus tipe 2 yang tepat bagi penderita penyakit gula darah sangat penting untuk diperhatikan.

  1. Segi teknik lalu lintas. Tidak jarangsatu kecelakaan merupakan penyebabbagi sejumlah kecelakaan berikutnya.Jadi penting sekali untuk menertibkanlalu-lintas di kedua bagian jalan yangdipakai dua arah, untuk mencegahkecelakaan selanjutnya (tabrakanberantai). Pada jalan raya (yang memilikijalur tengah) biasanya menertibkanini dapat terbatas untuk satujalur saja. Usaha yang harus dilakukan dapatdibagi menjadi:menandai tempat terjadi kecelakaan(segitiga pengaman), memberi peringatankepada lalu-lintas yang mendekatitempat kecelakaan dan menyampaikankeadaan bahaya kepada polisi.Beberapa petunjuk umum adalah:
    1. jangan berdiri di depan atau menutupilampu kedip tanda bahaya,
    2. ingatlah bahwa dalam keadaan gelappakaian warna terang lebih kentaradaripada yang berwarna gelap.
    3. kendaraan terakhir dalam leretanharus mempergunakan lampu remsebagai tanda bahaya dengan berulang-ulang menginjak rem. Sekarangterdapat alat untuk menyalakan kedualampu – arah (kiri dan kanan).
Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial