Feb 07

Bagaimana dengan Semua Gambaran Perokok Sehat yang Menarik?

Para pembuat iklan tembakau telah memberondong kita sejak kanak-kanak dengan gambaran yang tidak dilukiskan sebagai gambaran penyakit dan kematian. Kita telah melihat wanita menarik dan pria maskulin, semua tampak dalam kesehatan yang prima, sedang memegang atau mengisap rokok. Iklan majalah dan papan reklame saat ini terus mengagungkan rokok. Kenyataannya, model rokok seperti “Marlboro Men” telah menerima bayaran sebagai hasil kerja mereka.

Banyak dari individu ini yang telah memperoleh ketenaran di iklan perusahaan tembakau telah lumpuh atau kehilangan hi dup mereka karena merokok. Lima contoh tragedi seperti itu diuraikan dalam Gambar 17.e2 Dua orang yang bertahan dalam daftar telah mencoba membalikkan kebohongan yang dulu mereka bantu hidupkan. Baik David Goerlitz maupun Janet Sackman telah mengritik secara terang-terangan terhadap bahaya merohok.

Berhenti Merokok, Ubah Diet untuk Perl indungan Terbaik  terhadap Kanker

Tidak diragukan lagi bahwa kanker itu di hasilkan dari banyak faktor; berbagai faktor bersatu padu untuk akhirnya menghasilkan kanker. Ada perokok yang tidak pernah mendapat kanker. Barangkali mereka relatif terlindung oieh genetik atau faktor gaya hidup lain. Sayangnya, mengenai genetik ktta bisa mendapatkan pemikiran terhadap apa kita berisiko, tetapi bukan terhadap apa kita teilindung. Misalnya, jika kedua orangtua Anda merokok dan mati karena kanker paru-paru pada usia 40 tahun, dan Anda juga, seorang perokok, Anda mempunyai risiko yang sangat tinggi mati karena kanker paruparu pada usia muda.

Akan tetapi, jiha kedua orangtua Anda merokok dan mati karena penyebab alami di usia 90-an, itu tidak menjamin bahwa bila Anda merokok, Anda akan terlepas dari kematian karena kanker paru-paru di usia Anda yang 40-an. “Gen resesif’ merupakan salah satu alasan pembawaan iahir mengapa anak-anak bisa menderita dari penyakit yang belum pernah dimiliki orangtuanya. Ya, kedua orangtua bisa mempunyai kecenderungan genetik pada suatu penyakit yang mereka tidak pernah alami. Hanya bila kedua orang tua itu menyumbangkan gen dengan kecenderungan ini, rnaka hal itu akan muncul pada anak mereka. Klik disini untuk mendapatkan informasi paling efektif seputar obat diabetes paling ampuh yang sangat direkomendasikan dokter senior dunia.

Feb 07

Kanker kolon besar

Racun-racun rokok memancing usus besar mengembangkan kanker bertahun-tahun dari sekarang. Karena ini, risiko kanker kolon Anda hari ini lebih banyak kaitannya dengan kebiasaan merokok Anda 35 tahun yang laiu daripada kebiasaan merokok Anda baru-baru ini. Jadi, merokok bisa menyebabkan efek penyebab kanker jauh di kemudian hari. Semakin sedikit Anda merokok sekarang, maka akan semakin kecil risiko itu nantinya. Bukti ini mengilustrasikan bahwa hari ini adalah saat terbaik untuk berhenti. Pada titik waktu di mana kanker kolon menyerang, itu hanya mengindikasikan bahwa Anda seharusnya berhenti merokok jauh sebelumnya. Terlebih lagi, efek menetap dari merokok pada kanker kolon menekankan kebutuhan untuk menanamkan kesan pada orang muda bahwa merokok pada usia muda bisa membuntuti mereka sampai 35 tahun ke depan atau lebih.

Kanker Payudara, Melanoma, dan Kanker Penis

Kanker pa1’udara, penyebab kedua kematian kanker pada wanita, juga kanlter lain yang ditemukan ada hubungannya dengan merokok. Tidak seperti kanker lain yang disebutkan dalam bab ini, rokok mungkin tidak akan menyebabkan kanker payudara; oleh sebab itu, saya tidak menyertakannya dalam gambatan yartg memperkenalkan bagian ini tentang kanker. Bukti terbaik sejauh ini menunjukkan bahwa perokok tidak banyak terkena kanker payudara, tetapi bila mereka mendapatkannya, kemungkinan mereka akan mati karenanya.sa Satu teorinya adalah bahwa kekuatan merokok yang tercatat dengan baik untuk melemahkan sistem kekebalan memberikan kesempatan lebih baik untuk menyebarkan kanker pal.udara dan pada akhirnya membunuh korbannya.

Bukti ini berdasarkan pada sedikitnya dua penelitian.85, 86 Yang paling terbaru mengamati 600.000 wanita yang mempunyai hampir 900 kasus kanker pa1’udara dalam kurun waktu 10 tahun evaluasi. Penemuannya bisa dilihat dalam Gambar 16.87 Perokok yang mengalami melanoma mempunyai risiko lebih besar tersebarnya kanker melalui darah daripada non perokok.88 Tipe lain dari keganasan kulit, kanker sel squamus, meningkat sebanyak 50 persen pada perokok di bandingkan dengan mereka yang tidak pernah merokok.

Kanker yang relatif baru dihubungkan dengan merokok adalah kanker penis (batang pelir). Dibandingkan dengan mereka yang belum pernah merokok, perokok hampir menggandakan tiga kali lipat risiko terkena kanker ini.e0 Keganasan ini juga mungkin mempunyai hubungan dengan sistem kekebalan. Riset telah menghubungkan kanker penis dengan genital warts (penyakit kelamin).

Feb 07

Merokok akan membuat perbedaan pada siapa yang mengembangkan kanker lain?

Orang yang berhenti hanya mempunyai  1/3 risiko mengalami kanker paru-paru hedua (kanker paru-paru baru yang bukan dari tipe sel kecil) dibandingkan dengan mereka yang terus merokok. Hasil dari penelitian seperti ini menunjukkan bahwa berhenti merokok bisa membantu mencegah kanker ltedua. Fakta ini membawa tiga pesan pokok tentang kanker dan merokok pada titik terang.

Kanker Kandung Kemih

Riset baru-baru ini mengindikasikan baik rokok maupun kopi meningkatkan risiko kanker kandung kemih, organ yang menampung urine sebelum dibuang. “Kanker kandung kemih” mungkin bukan kata yang akrab didengar, tetapi itu berada di antara Jima kanker utama yang membunuh orang Amerika yang lebih tua.80 Perokok berat menggandakan risiko mereka tiga kali lipat terhadap kanker berbahaya ini.

Sementara itu peminum kopi.berat-yakni mereka yang menggunakan dua cangkir lebih tiap hari-menggandakan risiko kanker kandung kemih dua kali lipat. Karena karsinogen kandung kemih yang berkaitan dengan rokok ditampung dalam kandung kemih, diharapkan perokok yang minum lebih banyak air dan buang air kecil lebih sering mungkin bisa mengurangi risiko kanker ini sedemikian rupa. Akan tetapi, pencegahan terbaik adalah dengan meninggalkan rokok dan kopi sama sekali.

 

Merokok Meningkatkan Risiko Kanker Kolon

Kanker kolon (kanker yang mengenai usus besar) adalah salah satu keganasan terbaru yang ditambahkan pada daftar kanker yang berkaitan dengan tembakau. Meskipun kanker prostat membunuh lebih banyak pria dan kanker payudara membunuh lebih banyak wanita, kanker kolon merupakan kanker pembunuh utama kedua di mana pria dan wanita dipadukan. Kita telah mengetahui selama bertahun-tahun bahwa diet buruk bisa menyebabkan kanker kolon; ini didokumentasikan dalam bab tentang kanker (Bab 2).

Namun demikian, sedikit yang pernah membayangkan bahwa kanker kolon berhubungan dengan merokok. Sekarang, para periset Harvard telah menegaskan hubungan ini baik pada pria maupun wanita, seperti dinyatakan dalam Gambar 15.82′ 83 Mengapa efek merokok pada risiko kanker kolon tidak diketahui lebih awal? para penulis berspekuiasi bahwa karena sifat tersembunyi dari bahan kimia dalam tembakau, risiko kanker kolon meningkat berpuluh tahun setelah terpapar. Untulc mudahnya, riset memang menunjukkan bahwa bahan kimia daiam asap rokok mempunyai efek karsinogenik pada lapisan kolon. Baca juga info detil mengenai penyakit ula darah dan obat diabetes melitus tipe 1 paling ampuh hanya di sini.

Feb 07

Membuat langkah hebat dengan mengurangi sedikit lebih dari setengah bungkus sehari

Mereka yang merokok dua bungkus atau lebih sehari (40 batang atau lebih) mempunyai risiko kanker paru-paru yang sangat tinggi, lebih dari 18 kali dari non perokok. Bahkan orang yang merokok sangat sedikit (kurang dari 10 rokok perhari) masih berisiko mendekati lima kali mengalami kanker mematikan ini. Ya, mereka sedang membantu diri mereka sendiri, tetapi mereka masih mempunyai lebih dari delapan kali terkena- dan kemungkinan mati-dari kanker nomor satu Amerika. Seperti sudah diduga, non perokok mempunyai risiko terendah dari semuanya; risiko itu akan lebih turun lagi kalau bukan karena asap tetangga, suatu persoalan yang kita akan bahas nanti. Meskipun risiko kanker paru-paru sebagai akibat dari merokok itu mengesankan, yang lebih menyedihkan lagi adalah risiko kematian dini dari kanker paru-paru.

Para Periset mengkalkulasikan risiko mati karena merokok dari sejumlah penyakit pada usia berbeda.TT Kalkulasi mereka didasarkan pada pria berusia rata-rata 35 tahun yang merokok sekitar sebungkus sehari (25 rokok atau lebih sehari). Jika dibandingkan dengan non perokok, individu ini mempunyai 30 kali risiko mati dari kanker paru’paru sebelum ia mencapai usia 65 tahun.78 Beberapa orang, ketika mereka mendapati bahwa mereka terkena kanker paru-paru, mungkin berkata, “Karena saya sudah terkena kanker paru-paru, kenapa harus berhenti merokok? Sudah terlambat.

Kemungkinannya adalah bahwa kemoterapi dan radiasi tidak akan banyak membantu. Lagipula, saya ketagihan: terlalu sulit untuk berhenti.” Informasi yang tersedia saat ini mengindikasikan bahwa ini bukanlah pemikiran logis. Sebuah penelitian riset mengamati sekitar 540 perokok yang mengidap jenis khusus dari kanker paru-paru yang berkaitan dengan merokok yang disebut “kanker sel kecil.” Mempertahankan kanker yang biasanya fatal ini, 90 persen dari pasien mati atau masih berjuang dengan kanker itu dalam waktu dua tahun kemudian.

Akan tetapi, 55 pasien (sepuluh persen dari 540) bebas kanker di akhir dua tahun itu. Individu ini sudah sepantasnya dianggap sembuh. (Karena kanker paru-paru sel kecil yang bersifat agresif, seorang yang bertahan bebas penyakit dua tahun biasanya berarti bahwa kanker itu sudah sembuh). Sebagian besar pasien yang bertahan itu sudah berhenti merokok; akan tetapi, 12 meneruskan kebiasaan merokoknya. Informasi selengkapanya dapat Anda lihat di sini http://obatdiabetesherbal.co/solusi-mengatasi-diabetes/pengobatan-diabetes-yang-paling-efektif/

Older posts «